Ibu Mertua Palampiasan Nafsuku

itil foundation

Kisah sex nyata dengan mertuaku. Usia ibu mertuaku belum terlalu tua baru sekitar 45th. Dulunya baru usia 18 thn dia sdh kimpoi. Bentuk tubuh ibu mertuaku biasa-biasa saja malah boleh dikatakan langsing dan singset seperti gadis perawan. Tak heran sebab hingga kini ia masih mengkonsumsi jamu untuk supaya selalu awet muda dan langsing.
Singkat cerita, ketika istriku baru melahirkan anak pertama dan aku harus puasa selama sebulan lebih. Bisa dibayangkan sendiri bagaimana pusingnya aku. Hingga suatu saat aku mengantar Ibu mertuaku pulang dari menengok cucu pertamanya itu. Aku biasa mengantarnya dengan sepeda motorku. Namun kali itu turun hujan ditengah perjalanan. Karena sudah basah kuyup dan hari sudah menjelang tengah malam aku paksakan untuk menerobos hujan itu.
Setibanya dirumah aku ingin segera membersihkan badan lalu menghangatkan badan. Di rumah itu hanya ada aku dan Ibu mertuaku karena kakak iparku tinggal ditempat lain. Sedangkan adik iparku yang biasa menemani Ibu mertuaku dirumah itu untuk sementara tinggal dirumahku untuk menjaga istriku.
“Kamu mandi aja deh sana, Her” Kata Ibu mertuaku menyuruhku mandi
“Ahh.. nggak usah.. Ibu duluan deh” Kataku menolak dan menyuruhnya agar lebih dulu
“Udah.. Ibu disini aja” Kata Ibu mertuaku yang memilih tempat cuci baju dan cuci piring diluar kamar mandi.
Karena disitu juga ada air keran.
“Yah.. udah deh” Kataku sambil mendahuluinya masuk ke kamar mandi.
Suasana waktu itu agak remang-remang karena lampu penerangannya hanya lampu bohlam 5 watt. Aku iseng ingin tahu bentuk tubuh Ibu mertuaku yang sebenarnya ketika ia bugil. Maka aku singkapkan sedikit pintu kamar mandi dan melihatnya melepas satu per satu pakainya yang sudah basah kuyup karena kehujanan. Dia tidak tahu aku melihatnya karena dia membelakangiku.
Aku perhatikan mertuaku mencopot kaus T-shirt-nya ke atas melewati bahu dan lehernya. Lalu BH-nya dgn mencongkel sedikit pengaitnya lalu ia menarik tali BH-nya dan BH itupun terlepas. Adegan yg paling syur ialah ketika ia membuka celana panjang jeansnya. Sret.. celana jeans ketat itu ditariknya ke bawah sekaligus dengan celana dalamnya. Jreng..! Aku lihat kedua buah pantatnya yg kencang dan sintal itu menantangku. Aku yang sudah tak merasakan sex selama satu bulan lebih dan lagi dihadapkan dengan pemandangan seperti itu. Aku nekat untuk mendekatinya dan aku peluk dia dari belakang.
“Eh.. Her.. apa-apaan ini.. Her” hardik Ibu mertuaku.
“Bu.. tolongin saya, Bu” rayuku “
“Ih.. apaan sih..?!” Katanya lagi
“Bu, udah hampir 2 bulan ini saya ngga dapet dari Dewi.. tolong dong, Bu” bujukku lagi
“Tapi aku inikan ibumu” Kata Ibu mertuaku
“Bu.. tolong, Bu.. pliiissss banget” rayuku sambil tanganku mulai beraksi.
Tanganku meremas-remas toketnya yang berukuran sekitar 34b sambil jariku memilin putting toketnya. bibir dan lidahku menjilati tengkuk lehernya. Tanganku yang satu lagi memainkan klitorisnya dengan memilin daging kecil itu dengan jariku. Batang k0ntolku aku gesek-gesekan dilubang pantatnya tapi tidak aku masukkan. Ibu mertuaku mulai bereaksi. Tangannya yang tadi berusaha meronta dan menahanku kini sudah mengendor. Dia membiarkanku memulai dan memainkan ini semua. Nafasnya memburu dan mulai mendesah-desah.
“Dikamar aja yuk, Bu” bisikku Aku papah Ibu mertuaku menuju kamarnya.
Aku baringkan dia tempat tidur. Aku buka kedua kakinya lebar-lebar dan sepertinya Ibu mertuaku sudah siap dengan batang k0ntolku. Tp aku belum mau memulai semua itu.
“Tenang aja dulu, Bu. Rileks aja, Okee?” Kataku.
Aku mengarahkan wajahku ke lubang memeknya dan aku mulai dengan sedikit jilatan dengan ujung lidahku pada klitorisnya.
“ooooohhhh.. eemmmmhh.. oohhh.. mmpphhh.. hh.. oohhhh” Ibu mertuaku mendesah dan mengerang menahan kenikmatan jilatan lidahku.
Dia sepertinya belum pernah merasakan oral sex dan baru kali ini saja ia merasakannya. Terlihat reaksi seperti kaget dengan kenikmatan yang satu ini.
“Nikmat kan, Bu..?” Kataku
“eemmhhh.. kamu.. ssshhhh.. kamu.. ngga..jijik.. ya Her?” Tanyanya ditengah-tengah desah dan deru nafasnya.
“Ngga, Bu.. nikmat koq.. gimana nikmat ngga?” “
“hmmmh.. iyahh.. duuhhh.. ssshhh.. nikmaaattt.. sekalii.. Her.. sshhtt” jawab Ibu mertuaku sambil terus merintih dan mendesah.
“Ini baru permulaan, Bu” Kataku.
Kali ini aku kulum dan ku sedot-sedot klitorisnya dengan bibirku dan memainkan klitoris itu dengan lidahku. Aku lihat sekujur tubuh Ibu mertuaku seperti tersetrum dan menggelinjng keenakan. Ia lebih mengangkat lagi pinggulnya ketika aku hisap dalam-dalam klitorisnya. Tak sampai disitu aku terobos lubang memeknya dengan ujung lidahku dan aku masukkan lidahku dalam-dalam ke lubang memeknya itu lalu aku mainkan liukkan lidahku didalam lubang memeknya. Seiring dengan liukanku pinggul Ibu mertuaku ikut juga bergoyang.
“Ooohhh.. mmmpphhhh.. Ooohhh.. eeemmhhh.. Ooohhh.. hmh.. Ooohhh.. shhtt.. Ooohhh.. eemmhh.. oogghhh.. sshhtt” suara itu terus keluar dari mulut Ibu mertuaku menikmati kenikmatan oral sex yang aku berikan.
Aku sudahi oral sex ku lalu aku bangun dan berlutut dihadapan lubang memeknya. Baru aku arahkan batang k0ntolku ke lubng memeknya tiba-tiba tangan halus Ibu mertuaku memegang batang k0ntolku dan meremas-remasnya.
“oohhhkkk.. diapain, Bu..?” Tanyaku
“Enggaaa.. ini supaya bisa lebih tahan lama” Kata Ibuku sambil mengurut batang k0ntolku.
Rasanya geli-geli enak bercamput sakit sedikit. Sepertinya hanya diremas-remas saja tetapi tidak ternyata ujung-ujung jarinya mengurut urat-urat yang ada dibatang k0ntol untuk memperlancar aliran darah sehingga bisa lebih tegang dan kencang dan tahan lama.
“Buuesarrr.. juga.. punya kamu, Her” Kata Ibu mertuaku sambil terus mengurut batang k0ntolku.
“Iya dong, Bu” Kataku.
Kali ini kedua tangan Ibu mertuaku beraksi mengurut batang k0ntolku. Tangan yang satunya lagi mengurut-urut buah pelirku dan yang satu lagi seperti mengocok namun tidak terlalu ditekan dengan jari jempol dan telunjuknya. Tak lama kemudian..
“Egh.. yah.sudah.. pelan-pelan.. yah sayang” Kata Ibu mertuaku sambil menyudahi pijatan- pijatan kecilnya itu dan mewanti-wantiku supaya tidak terlalu terburu-buru menerobos lubang memeknya.
Aku angkat kedua kaki Ibu mertuaku dan aku letakkan dikedua bahuku sambil mencoba menerobos lubang memeknya dengan batang k0ntolku yang sedari tadi sudah tegng dan kencang.
“Ooohh.. Ooohh.. Ooohh.. pelan-pelan, Her” Kata Ibu mertuaku ditengah-tengah deru nafasnya.
“Iya, Bu.. sayang.. egh.. aku pelan-pelan koq” Kataku sambil perlahan-lahan mendorong k0ntolku masuk ke lubang memeknya.
“Ih.. punya kamu besar banget, sayang.. ini sih.. ngga normal”Katanya
“Kan tadi udah diurut, Bu” Kataku.
Aku teruskan aksiku penetrasiku menerobos lubang memeknya yang kering. Aku tidak merasa istimewa dgn batang k0ntolku yang panjangnya hanya 15cm dgn diameter sekitar 3 cm. Dgn sedikit usaha.. tiba- tiba.. Clek Clek-BLESSS! Batang k0ntolku sudah masuk semua dengan perkasanya kedalam lubang memek Ibu mertuaku.
“Ooohh.. Ooohh.. iya.. eemmhh.. pelan- pelan aja yah, sayang” Kata Ibu mertuaku yang mewantiku supaya aku tidak terlalu terburu-buru.
Aku mulai menggoyang pinggulku sambil naik turun dan pinggul Ibu mertuaku berputar-putar seperti penyanyi dang-dut.
“Ooohh.. gilaa, Bu.. nikmat.. banget..!” Kataku sambil merasakan nikmatnya batang k0ntolku diputar oleh pinggulnya. “Ooohh.. eemmhhh.. Ooohh.. mpphhh.. hmh.. ffhh.. mpphhh.. ooohhh.. sshhtt.. ooohhhkk” Ibu mertuaku tidak menjawab hanya memejamkan mata sambil mulutnya terus mendesah dan merintih menikmati kenikmatan sexual.
Baru sekitar 30 menit aku sdh bosan dengan posisi ini dan ingin berganti posisi. Ketika itu kami masih dalam posisi konvensional. Aku mau menawarkan variasi lain pada Ibu mertuaku..
“Eh.. Ibu yang di atas deh” Kataku.
“Kenapa, sayang.. kamu capek.. yah..?” Tanyanya.
“Ngga” jawabku singkat.
“Mau keluar yah.. hehehehe..?” Godanya sambil mencubit pantatku.
“Ngga.. ih.. aku gak bakalan keluar duluan deh” Kataku sesumbar.
“Awas.. yah.. kalo kamu keluar duluan” Goda Ibu mertuaku sambil meremas-remas buah pantatku.
“Engga.. deh.. Ibu yang bakalan kalah sama aku” Kataku sombong sambil balas mencubit toketnya
“Auw.. hehehehehe” Ibu mertuaku memekik kecil sambil tertawa kecil yang membuatku semakin horny.
Dengan berguling ke samping kini Ibu mertuaku sudah berada di atas tubuhku. Sambil menyesuaikan posisi sebentar ia lalu duduk di atas pinggulku. Aku bisa melihat keindahan tubuhnya perutnya yang rata dan ramping. Tak ada seonggok lemak pun yg menumpuk diperutnya. Toketnya juga masih kencang dengan putting susu yg mengacung ke atas menantangku. Aku juga duduk dan meraih putting susu itu lalu ku jilat dan ku kulum. Ibu mertuaku mendorongku dan menyuruhku tetap berbaring seolah-olah kali ini cukup ia yang pegang kendali. Ibu mertuaku kembali meliuk- liukkan pinggulnya dan memutar-mutarnya.
“Ogghh.. eemmhh.. Ogghh.. sshhtt.. Ogghh.. egh.. mmppffhh” desah Ibu mertuaku.
“Gila, Bu.. nikmat sekaliii..!”
“Ogghh.. mmmphff.. ooohhh.. sshtt.. ooohhh” Ibu mertuaku mendesah dan merintih sambil terus meliuk-liukkan pinggulnya memainkan batang k0ntolku yang berada didalam lubang memeknya.
Tanganku meremas toketnya yang tak terlalu besar tapi pas dgn telapak tangan. Tanganku yang satunya lagi meremas buah pantatnya. Batang k0ntolku yang kencang dan keras terasa lebih keras dan kencang lagi. Ini berkat pijatan dari Ibu mertuaku tadi itu. Bisa dibayangkan jika tidak aku sudah lama orgasme dari tadi.
“ooohhh.. ssshhh.. ooohhh.. nikmathh.. ooohhh.. sshhtt.. ooohhh.. iyaahh.. ooohhh.. nikmaatt.. ough” goyangan pinggul Ibu mertuaku yang tadinya teratur kini berubah semakin liar naik turun maju mundur tak karuan.
“ooohhh.. iiyyaahh.. mmmppffhh.. ooohhh.. ooohhh.. ooohhh.. aku udah mau nyampe” Kata Ibu mertuaku.
“Bu.. aku juga pengen, Bu.. ooohhhhhh” Kataku sambil ikut menggoyang naik turun pinggulku.
“ooohhh.. iyah.. mantaapphhh.. sayangg.. ooohhh.. sshhtt.. ooohhh.. sshtt.. ough” Ibu mertuaku merespons gerakanku untuk membantunya orgasme.
Aku mempercepat goyanganku karena seperti ada yang mendesak dibatang k0ntolku untuk keluar juga.
“ooohhhhhh.. terusshh.. iyah.. ooohhh.. ooohhh.. aaahhhhhh.. ooohhh.. ooohhh.. ooohhh” Ibu mertuaku telah sampai pada orgasmenya.
Pada batang k0ntolku terasa seperti ada cairan hangat mengucur deras membasahi batang k0ntolku. Ibu mertuaku menggelepar dan diakhiri dengan menggelinjang liar dan nafasnya yang tersengal. Ibu mertuaku telah berhenti melakukan liukan pinggulnya. Hanya denyutan-denyutan kencang didalam lubang memeknya. Aku merasakan denyutan-denyutan itu seperti menyedot-nyedot batang k0ntolku Dan.. Creettt.. Creettt.. Creettt..! muncrat semua air maniku dilubang memek Ibu mertuaku.
“Bu, kerasa nggak sperma saya muncratnya..?” Tanyaku
“Eh.. iya, Heri sayang.. Ibu udah lama pengen beginian” Kata Ibu mertuaku
“Iya.. sekarang kan udah, Bu” Kataku sambil mengecup keningnya
“Oh.. kamu.. hebat sekali deh, Her” Kata Ibu mertuaku sambil membelai-belai rambutku.
“Itu semua kan karena Ibu” Kataku memujinya
“Ih.. bisa aja.. kamu” sahut Ibu mertuaku sambil mencubit pinggulku.
Ibu mertuaku masih di atas tubuhku ketika handpone ku berdering ternyata dari istriku yang menyuruhku supaya menginap saja dirumah Ibu mertuaku.
Setelah telepon di tutup aku memekik kegirangan. Setelah itu kami melakukan pemanasan lagi dan melakukannya sepanjang malam hingga menjelang subuh kami sama- sama kelelahan dan tidur. Entah sudah berapa kali kami bersenggama dalam berbagai posisi. Pagi harinya kami masih melakukannya lagi dikamar mandi untuk yang terakhir lalu setelah itu aku sarapan dan pulang.
itil service
itil video review